banner 728x250
Berita  

Guru Besar Kehormatan Unissula, Ketua KPPU RI Ungkap Tantangan Ekonomi Baru

banner 120x600
banner 468x60

Unissula Semarang mengukuhkan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI, Dr Ir M Fanshurullah Asa ST MT IPU ASEAN Eng sebagai Guru Besar Kehormatan Fakultas Teknik (FT) Unissula, Senin (15/6/2026).

Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH. Acara turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono ST MT IPU ASEAN Eng.

banner 325x300

Fanshurullah Asa dikenal sebagai akademisi sekaligus birokrat yang memiliki rekam jejak panjang di bidang energi, minyak dan gas bumi, ekonomi, konstruksi, serta dunia usaha. Selama lebih dari tiga dekade, ia terlibat dalam berbagai kebijakan strategis nasional terkait pengelolaan energi dan pembangunan ekonomi.

Saat ini, ia dipercaya memimpin KPPU RI sebagai ketua. Pengalaman dan kontribusinya dalam berbagai sektor strategis tersebut menjadi salah satu pertimbangan Fakultas Teknik Unissula dalam menganugerahkan gelar Guru Besar Kehormatan.

Dalam kesempatan tersebut, Fanshurullah Asa menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Kontribusi Ekosistem Persaingan Usaha di Sektor Konstruksi dan Infrastruktur Energi dalam Perspektif Ilmu Manajemen Konstruksi untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berkualitas”.

Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan ekonomi Indonesia tidak lagi dapat bertumpu pada pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan akumulasi modal.

Menurutnya, efisiensi makroekonomi dapat dicapai melalui integrasi manajemen rekayasa yang berjalan beriringan dengan terciptanya pasar yang sehat dan kompetitif.
“Pertumbuhan ekonomi modern tidak lagi hanya ditentukan oleh modal dan tenaga kerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sistem manajemen, penguasaan teknologi, serta tata kelola kelembagaan yang baik,” ujarnya.

Berdasarkan kajian teoritis, analisis ekonometrika, dan pengalaman empiris yang dipaparkannya, lahir konsep yang disebut sebagai “Konstanta Asa”. Konsep tersebut diklaim membuktikan secara matematis bahwa penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi mampu memberikan multiplier effect terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui pengembangan teori ekonomi Cobb-Douglas dan Robert Solow, ia menghasilkan model persamaan ekonomi dengan nilai Konstanta Asa sebesar 4,104. Dengan integrasi sistem manajemen sebagai bagian dari variabel teknologi, simulasi menggunakan metode statistik SPSS, Monte Carlo (Crystal Ball), dan model dinamis Powersim memproyeksikan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor konstruksi hingga Rp938,8 triliun dalam 20 tahun ke depan. Saat ini, kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB nasional tercatat sebesar Rp346,5 triliun atau sekitar 9,48 persen.

Dalam orasinya, Fanshurullah juga menekankan pentingnya penerapan PMBOK dan ISO 21500 sebagai fondasi sistem manajemen proyek yang mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pembangunan.

Namun, menurutnya, keberhasilan sistem tersebut harus ditopang oleh struktur pasar yang sehat dan kompetitif. Karena itu, peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dinilai sangat strategis dalam menjaga persaingan usaha yang adil serta mencegah praktik persekongkolan tender, kartel, maupun penyalahgunaan posisi dominan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan, sinergi antara manajemen konstruksi, sistem manajemen proyek, dan kebijakan persaingan usaha merupakan paradigma baru untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan guna mendukung kemajuan bangsa serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Rektor Prof Gunarto mengatakan, pengukuhan guru besar kehormatan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan nasional yang berkelanjutan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *